Anas Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu 'anhu. "Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau shalat" Aku tanyakan (kata Anas), "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?" Zaid menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur'an" (Hadits Riwayat Bukhari 4/118, Muslim 1097)
Membaca 50 ayat Qur'an bisa diperkirakan membutuhkan kurang lebih 10 menit tergantung masing-masing orang. Hal ini berlawanan dengan kebiasaan masyarakat kita yang berhenti sahur ketika imsak. Padahal Rasulullah justru baru memulai sahur saat imsak tersebut dan mengakhiri sahurnya saat adzan Subuh. Mudah-mudahan kita bersama bisa meneladani Rasulullah dan tidak kehilangan berkah Sahur.
Allohu a'lam
Barokah Makan Sahur :
Dari Salman Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barokah itu ada pada tiga perkara : Al-Jama'ah, Ats- Tsarid dan makan Sahur" (Hadits riwayat Thabrani)
Dari Abdullah bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Aku masuk menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika itu beliau sedang makan sahur, beliau bersabda: "Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan" (Hadits Riwayat Nasa'i 4/145 dan Ahmad 5/270)
Malaikat bershalawat kepada orang yang makan Sahur :
Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang- orang yang sahur" (Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah 2/8, Ahmad 3/12, 3/44
Sahur dengan Kurma :
"Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma" (Hadits Riwayat Abu Daud 2/303, Ibnu Hibban 223, Baihaqi 4/237)
Allohu a'lam
Sepuluh Langkah Menghadapi Ramadhan 1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, "Allahuma bariklana fii rajab wa sya'ban, wa balighna ramadan." Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani) Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, "Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha." Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, "Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya. " Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka." (HR. Ahmad). Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. "Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. "Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui," begitu kata Allah di Al-Qur'an surah Al-Anbiyaa' ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung." [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun- nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan: - buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba'da sholat subuh dan zhuhur. - membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
What's new
-
Latest posts on blog-indonesia.com as of Wed, 06 Apr 2016 11:21:02 -0500.
Apa Yang Dostoyevski Bicarakan Dalam Novel Pendeknya
by: Arip Blog , 06.04.2016,...
Menunggu...
-
Bismillaaahirrahmaanirrahiiim,
Meski sudah hadir 4 anak dari Ibu Kastian(*Allahu Yarham*), tapi saat
menunggu kelahiran anak ke 5 dan 6 nanti malam dari...
Memberi Makanan Berbuka=Puasa (2 of 3)
-
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat.
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah.
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan.
Bulan Ramadhan adalah bulan b...
Informasi sahamBerita dan analisa saham terpercaya - wednesday 10.40am
e-Grosir.com - Pusat Belanja Online Terbesar Di Indonesia - wednesday 08.10pm
:: SatuPortal.com :: - Search Engine dan Direktori Web Terbaik di Indonesia - tuesday 02.50am
GeegaWeb Dot Com- website toko online instan berkualitas, inovatif, murah, dengan Paket web hosting terbaik di Indonesia termasuk domain dan space terbesar 2GB - friday 13.50am
Islamic Venture Capital- Learn to Get Riba Free Loans Personal and Business Financing - friday 10.50pm
Reksadana- Pusat Informasi Reksadana - Sunday 09.05pm